Empat Penalti dalam Tiga Balapan, Johnny Herbert Soroti Kesalahan Lewis Hamilton

 Empat Penalti dalam Tiga Balapan, Johnny Herbert Soroti Kesalahan Lewis Hamilton

Lewis Hamilton sedang menghadapi periode yang cukup membuat frustrasi menjelang jeda musim panas Formula 1 2026.

Dalam tiga akhir pekan Grand Prix terakhir, pembalap Ferrari tersebut menerima empat penalti. Insiden itu terjadi di Silverstone, Spa-Francorchamps, dan Hungaroring dengan penyebab yang berbeda-beda.

Mantan pembalap F1 sekaligus mantan steward FIA, Johnny Herbert, melihat rangkaian tersebut bukan semata-mata sebagai masalah keputusan steward.

Menurut Herbert, Hamilton juga harus melihat kembali kesalahan yang dibuatnya sendiri.

Empat Penalti dalam Tiga Akhir Pekan

Rangkaian masalah Hamilton dimulai di Silverstone.

Ia mendapat penalti karena false start. Setelah itu, Hamilton kembali terlibat insiden di Spa-Francorchamps ketika bertabrakan dengan George Russell.

Penalti berikutnya datang di Hungaroring. Hamilton mendapat hukuman karena menghalangi Oscar Piastri saat kualifikasi dan kemudian kembali terkena penalti dalam balapan akibat melanggar batas kecepatan di pit lane.

Dengan demikian, ada empat penalti yang muncul dalam tiga akhir pekan balapan.

Tidak semuanya memiliki tingkat kontroversi yang sama.

Insiden dengan Russell di Belgia, misalnya, mendapat perdebatan karena penalti 10 detik yang diberikan kepada Hamilton dinilai sebagian pihak terlalu keras. Hamilton sendiri menyebut kejadian tersebut sebagai sebuah “racing incident”.

Namun, untuk beberapa insiden lainnya, ruang untuk menyalahkan keputusan steward memang lebih kecil.

Herbert: Tidak Bisa Selalu Menyalahkan Steward

Herbert yang pernah bertugas sebagai steward FIA memahami mengapa Hamilton merasa frustrasi.

Namun, ia tidak setuju jika rangkaian penalti tersebut dianggap sebagai bukti bahwa steward sengaja mencari kesalahan Hamilton.

Menurut Herbert, aturan sudah tersedia dan steward memiliki tanggung jawab untuk menerapkannya secara konsisten.

Ia bahkan menilai para steward telah menjalankan tugas dengan baik.

Pandangan tersebut penting karena Hamilton sebelumnya mempertanyakan konsistensi keputusan steward, terutama setelah penalti false start di Silverstone.

Hamilton mengatakan bahwa pembalap dan FIA sebelumnya telah membahas situasi terkait pergerakan mobil sebelum lampu start padam. Ia merasa ada ketidakkonsistenan dalam penerapan aturan tersebut.

Tetapi Herbert melihat persoalannya dari sisi berbeda.

Menurutnya, Hamilton tetap harus bertanggung jawab terhadap kesalahan yang memang berada dalam kendalinya.

Penalti di Hungaria Jadi Contoh Paling Jelas

Salah satu contoh yang paling disoroti Herbert adalah penalti Hamilton di Hungaroring.

Hamilton terkena hukuman lima detik setelah mobilnya melaju sedikit di atas batas kecepatan pit lane. Laporan yang dikutip sumber menyebut kecepatannya sekitar 0,1 km/jam di atas batas 80 km/jam setelah limiter pit lane dilepas sedikit terlalu cepat.

Bagi Herbert, kasus seperti ini sulit dikategorikan sebagai kesalahan steward.

Ia secara tegas menyebut pelanggaran tersebut sebagai kesalahan Hamilton sendiri.

Herbert bahkan membandingkannya dengan Hamilton sekitar satu dekade lalu.

Menurutnya, Lewis Hamilton yang tampil 10 tahun sebelumnya kemungkinan tidak akan melakukan kesalahan seperti itu.

Bukan Berarti Hamilton Tidak Boleh Mempertanyakan FIA

Menariknya, persoalan ini tidak sesederhana memilih kubu Hamilton atau steward.

Hamilton tetap memiliki alasan untuk mempertanyakan konsistensi keputusan jika memang terdapat perbedaan penerapan aturan.

Namun, pada saat yang sama, seorang pembalap juga harus memastikan dirinya tidak memberikan kesempatan kepada steward untuk menjatuhkan penalti.

Di sinilah kritik Herbert menjadi relevan.

Empat penalti dalam tiga akhir pekan bukan lagi sekadar satu kejadian yang berdiri sendiri.

Ada pola kesalahan yang perlu dievaluasi.

Tantangan Hamilton Setelah Jeda Musim Panas

Bagi Hamilton dan Ferrari, persoalan setelah jeda musim panas bukan hanya bagaimana meningkatkan performa mobil.

Konsistensi pembalap juga menjadi bagian penting.

Jika Ferrari mampu memberikan paket mobil yang kompetitif tetapi Hamilton terus kehilangan waktu karena penalti atau kesalahan operasional, peluang untuk mendapatkan hasil maksimal tentu ikut terpengaruh.

Karena itu, pekerjaan rumah Hamilton pada paruh kedua musim bukan hanya soal kecepatan.

Ia juga harus memastikan setiap detail kecil tidak kembali menjadi masalah.

Mulai dari start, pertarungan wheel-to-wheel, kualifikasi, hingga prosedur pit lane.

Hamilton Masih Punya Waktu untuk Bangkit

Meski kritik Herbert cukup tajam, rangkaian penalti tersebut tentu belum menentukan seluruh perjalanan Hamilton di musim 2026.

Yang menarik justru bagaimana Hamilton merespons setelah jeda musim panas.

Pembalap berpengalaman seperti Hamilton tentu sudah berkali-kali menghadapi tekanan besar sepanjang kariernya.

Kini tantangannya adalah mengubah periode buruk tersebut menjadi evaluasi.

Bukan hanya bertanya apakah steward membuat keputusan yang tepat, tetapi juga:

kesalahan mana yang sebenarnya bisa dihindari?

Itulah pertanyaan yang kemungkinan akan terus mengikuti Hamilton ketika Formula 1 kembali menggelar balapan.

Dan jika Herbert benar bahwa Hamilton hanya perlu lebih disiplin menghindari kesalahan, maka jawabannya akan terlihat langsung di lintasan.

Buat kamu yang mengikuti perjalanan Lewis Hamilton bersama Ferrari dan persaingan Formula 1 2026, terus pantau PortalBalap.com untuk berita F1 dan cerita motorsport lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *